Menyingkap Legenda dan Keindahan Batu Belimbing di Toboali
16 November 2024
Wonderful Exploration

Sebutan Pulau Bangka seketika memunculkan gambaran kumpulan pantai dengan hamparan pasir putih yang memukau. Selain itu, banyaknya batu granit dengan berbagai bentuk yang mengelilingi pantai berkontribusi terhadap lanskapnya yang khas. Toboali, Bangka Selatan, merupakan rumah bagi salah satu batu yang melambangkan Pulau Bangka. Benda yang dikenal dengan nama Batu Belimbing ini tidak hanya bentuknya yang tidak biasa tetapi juga memiliki latar belakang mitos. Batu besar ini ada kaitannya dengan kisah dua pahlawan lokal yang tewas dan dimakamkan di sana, menurut kutipan dari Kabare. Kedua sahabat tersebut bernama Ko Abing dari suku Tionghoa dan Bang Belim dari suku Melayu. Keduanya diklaim sudah bersahabat sejak kecil. Mereka menghabiskan banyak waktu menyaksikan matahari terbenam dan tumbuh seperti saudara. Namun suatu hari suatu penyakit menyerang desa mereka. Wabah ini tidak dapat disembuhkan dengan ramuan medis apa pun yang digunakan. Akhirnya, beberapa warga jatuh sakit dan meninggal dunia. Semua kelompok umur, termasuk orang dewasa dan anak-anak, terlibat dalam kematian tersebut.
Bang Belim dan Ko Abing bermimpi ada seorang tabib dari belahan dunia lain yang bisa mengobati penyakit ketika keadaan sedang sangat buruk. Demi menyelamatkan penduduk desanya, kedua pria ini pergi menemui tabib. Kedua pria itu dapat bertemu dengan tabib yang kuat setelah seharian berlayar. Kemudian tabib itu memberinya obat khusus berbentuk buah. Buahnya beraroma harum, belang-belang, dan menyerupai bintang jika dilihat dari atas. Kemudian, dengan persetujuan tabib, mereka berdua membawakan buah sihir sebanyak-banyaknya. Alasannya adalah hanya satu orang yang bisa disembuhkan hanya dengan satu buah. Bang Belim dan Ko Abing segera memberikan buah ajaib itu kepada penduduk desa ketika mereka kembali. Hebatnya, penyakit orang-orang tersebut langsung hilang begitu mereka mendapatkan buah tersebut. Akhirnya tinggal dua buah saja, cocok sekali untuk Ko Abing dan Bang Belim. Namun ternyata masih ada sebagian warga yang belum memperoleh kedua buah tersebut.
Kemudian, keduanya mempersembahkan buah ajaib tersebut kepada ibu dan anak yang tinggal di sana. Keesokan harinya, saat orang banyak menangis, kedua sahabat sejati ini meninggal dunia tanpa mendapat bantuan apa pun. Kedua sahabat ini sebelum meninggal dunia bersumpah untuk dimakamkan bersama di tempat mereka sering menyaksikan matahari terbenam. Keinginan ini akhirnya dipenuhi oleh penduduk desa. Sebuah batu besar tiba-tiba muncul di makam Bang Belim dan Ko Abing tujuh hari setelah kematian kedua sahabat tersebut. Wabah penyakit di desa itu secara ajaib dihentikan ketika batu besar itu secara ajaib berubah menjadi buah mistis. Setelah kedua temannya tersebut, penduduk setempat memberi nama batu raksasa tersebut belimbing wuluh. Hingga saat ini, batu besar tersebut selalu menyaksikan matahari terbenam bersama layaknya dua orang sahabat.
Asal mula batuan granit di Bangka
Batu tersebut tidak diragukan lagi menjadi daya tarik utama lokasi ini. Selain legendanya, menarik juga untuk meneliti fenomena alam yang menciptakan batu raksasa ini. Batuan ini dikenal sebagai sejenis granit dan terbentuk ketika magma dari lapisan bumi membeku. Kejadian ini terjadi sekitar 270 tahun yang lalu. Batuan granit di Bangka Selatan termasuk dalam batolit yang merupakan batuan dasar Indonesia Bagian Barat, menurut Yahoo News. Budi Brahmantyo, Ketua Program Studi Teknik Geologi ITB, memberikan penjelasan mengenai hal tersebut. Ia menegaskan, distribusi batu granit tidak hanya terbatas di Bangka Selatan saja. Meskipun demikian, ia juga terdapat di Kepulauan Riau di Semenanjung Malaysia.
Granit Trias tertua ditemukan secara sporadis di seluruh barat laut Belitung, termasuk Pantai Tanjung Tinggi, Pulau Kepayang, dan Pulau Lengkuas, menurut peta geologi.
Pada saat yang sama, pembekuan ribuan kilometer di bawah permukaan bumi akan memicu naiknya batu-batu granit ke permukaan. Beberapa batuan ini akan pecah dan retak akibat proses tektonik seperti pengangkatan. Granit juga akan mengalami proses yang disebut deformasi atau retak selama proses pengangkatan ini. Granit akan terkikis selama ribuan tahun akibat pelapukan, erosi, dan abrasi saat pertama kali muncul. Mereka pada akhirnya akan menyerupai batu-batu besar yang berbeda. Batu besar ini sebenarnya hanyalah sebagian dari bagian atas tubuh granit masif yang terletak di bawah permukaan bumi. Mineral biotit, piroksen, hornblende, kuarsa, plagioklas, kasiterit, dan amfibol termasuk di antara mineral yang terdapat pada belimbing wuluh, menurut pengamatan ahli geologi. Fakta menariknya adalah erosi belimbing wuluh jarang terjadi di seluruh dunia. Sedangkan batu ini akan menyerupai buah belimbing karena efek pelapukan yang berlangsung ribuan tahun. Selain dongeng dua sahabat, inilah landasan penanaman belimbing.
Menjadi objek wisata
Salah satu destinasi wisata terpopuler di Bangka Selatan kini adalah Batu Belimbing. Tidak sulit untuk sampai ke sana. Hanya membutuhkan waktu sepuluh menit untuk sampai ke sana dengan kendaraan atau sepeda motor dari pusat Kota Toboali. Tempat ini mudah dijangkau karena terletak di pinggiran Jalan Pasiban, Kampung Lalang. Kita bisa langsung menuju lokasi Batu Belimbing yang berada di seberang jalan, setelah memarkir mobil di pinggir jalan. Kami akan segera disambut di Batu Belimbing setelah kami lapor dari Republika. Meski sederhana, letaknya tepat di depan batu granit besar menjadikannya sebuah penanda. Di depan Batu Belimbing terdapat beberapa lokasi yang bisa dijadikan tempat berfoto oleh pengunjung. Wisatawan bisa menyusuri jalan setapak di antara bongkahan batu granit untuk masuk lebih dalam ke kawasan Batu Belimbing usai berfoto. Anda bisa beristirahat sejenak di tengah kawasan sepi di Batu Belimbing jika merasa penat. Ada banyak tempat berteduh di sini untuk Anda bersantai dan menghirup udara segar.
Mendaki beberapa batu granit mungkin juga memberi Anda pemandangan yang sangat bagus. Oleh karena itu, waktu terbaik untuk mengunjungi destinasi wisata ini adalah pada sore hari, saat matahari sedang terbenam. Menurut Pariwisata Andalas, destinasi wisata yang beragam keindahan dan dongeng dongengnya tidak mungkin terlewatkan. Apalagi jika Anda tahu bahwa harga tiket masuk ke destinasi wisata ini cukup terjangkau. Wisatawan cukup membayar Rp 5.000 untuk biaya masuk agar bisa masuk ke lokasi ini. Sedangkan untuk yang membawa mobil dikenakan biaya parkir sebesar Rp 2.000. Dulunya, lokasi ini kotor dan dipenuhi rumput liar. Namun setelah dijamu oleh anak-anak muda daerah, lokasi ini menjadi semakin memukau. Begitu sampai di destinasi wisata ini, kita langsung terkesima dengan daya tarik estetisnya. Dengan gerbang yang semarak, selamat datang di tempat wisata populer ini. Lokasi wisata ini tentu akan terus menarik pengunjung jika penataan dan administrasinya tetap terjaga. Apalagi jika Belimbing Batu mempunyai papan informasi dan panduan.
Bagus nih
ReplyDelete