Goa Jepang Biak Numfor: Wisata Sejarah dengan Jejak Perang Dunia II

 

Goa Jepang Biak Numfor: Wisata Sejarah dengan Jejak Perang Dunia II

Penulis    Rika Febriyani

Goa Jepang, Wisata Sejarah di Kabupaten Biak Numfor

Sumber    : Kompas

Kabupaten Biak, Numfor selain menawarkan keindahan alam juga menjadi destinasi bersejarah yang patut untuk dikunjungi. Salah satu tempat yang menarik bagi wisatawan adalah Goa Jepang, atau sering juga disebut Goa Binsari. Goa Binsari menjadi saksi bisu pertempuran antara pasukan Jepang dan Sekutu selama Perang Dunia II. Goa Binsari terletak sekitar 30 menit dari pusat kota Biak. Goa Jepang menyuguhkan suasana tenang, hening dan misterius. Deretan pohon tinggi dengan daun-daun yang berserakan di jalan menciptakan kesan unik bagi pengunjung yang datang.

Kisah Kelam di Balik Goa Binsari

Pada awalnya, Goa Binsari merupakan goa alami yang dimanfaatkan masyarakat setempat untuk istirahat dan mengambil air dari mata air di dalamnya. Namun, sejak tentara Jepang datang ke Biak pada tahun 1943, gua ini diubah menjadi pusat logistik dan tempat persembunyian militernya. Tragedi besar terjadi pada 7 Juni 1944, saat pasukan Sekutu yang dipimpin oleh Jenderal Douglas MacArthur menyerang dengan membom dan memasukkan drum berisi bahan bakar ke dalam gua. Serangan tersebut membunuh lebih dari 3.000 tentara Jepang. Kini, gua ini telah dijadikan salah satu objek wisata sejarah Perang Dunia II.

Menjelajahi Goa Jepang

Untuk mencapai mulut goa, pengunjung harus melewati jalan bebatuan yang cukup licin akibat pertumbuhan lumut. Di dekat pintu masuk, ada sebuah lubang besar yang mengarah langsung ke dasar goa, menciptakan pemandangan dramatis. Saat melewati 183 anak tangga, suasana goa yang gelap dan dingin mulai terasa, dengan dinding yang dihiasi stalaktit, akar pohon yang menjalar, serta udara yang lembab menambah kesan misterius.

Bagian dalam goa tidak sepenuhnya gelap karena adanya cahaya matahari yang masuk lewat lubang di mulut goa. Beberapa tanaman hijau tumbuh di sudut goa memberikan sentuhan warna yang kontras dengan suasana kelam di sekitarnya.

Museum dan Koleksi Bersejarah

Selain keindahan alami goa, tempat ini juga memiliki koleksi benda peninggalan bersejarah dari Perang Dunia II. Keluarga Rumaropen, pemilik tanah ulayat, mengumpulkan berbagai artefak seperti helm, senjata, peluru, bom, sampai alat medis selama hampir dua dekade. Koleksi ini dipamerkan di sebuah museum kecil di kawasan gua. Pengunjung juga dapat melihat kendaraan perang seperti mobil dan pesawat tempur peninggalan Jepang, serta benda lain yang tersusun rapi di area seluas 4.000 meter persegi.

Tarif dan Fasilitas

Goa Jepang buka setiap hari dari pukul 08.00 - 17.30 WIT. Dengan harga tiket masuk yang cukup terjangkau, yaitu Rp 10.000 untuk anak-anak dan Rp 25.000 untuk dewasa. Goa Jepang juga memiliki fasilitas yang bersih dan tertata tetapi belum ada pemandu dan informasi yang jelas dan dapat membantu pengunjung memahami lebih dalam sejarahnya.

Potensi Wisata Bersejarah yang Mendunia

Dengan sejarah yang begitu kaya, Goa Jepang memiliki potensi yang luar biasa untuk menjadi destinasi wisata berkelas dunia. Dukungan pemerintah daerah serta pengelolaan yang dilakukan oleh keluarga Rumaropen telah menjadikan gua ini sebagai museum hidup dari kisah Perang Dunia II. Bagi pencinta sejarah, Goa Jepang merupakan destinasi yang wajib dikunjungi. Pesonanya yang memadukan nilai sejarah, suasana alami, dan artefak peninggalan perang menjadikannya pengalaman wisata yang unik dan penuh makna.

Sumber            : Sorongnews.com

Comments

Post a Comment

Our Best!

Pura Terbesar di Bali Yang Wajib Dikunjungi Wisatawan