PESONA PULAU TIDORE : WISATA BUDAYA DAN ALAM YANG MENGHIPNOTIS
Wonderful Exploration
9 September 2024
Kenapa kamu harus liburan ke Tidore ? Tidore merupakan kota yang mempengaruhi sejarah beberapa negara. Karena catatan sejarah yang luas, Tidore merupakan daerah yang kaya akan rempah-rempah dan merupakan tempat persinggahan bersejarah bagi para pemukim Eropa.
Selain itu, Tidore merupakan pulau yang penuh dengan tempat wisata populer. Bersiaplah untuk terpesona dengan Tidore mulai dari pantai hingga pegunungan setelah mempelajari enam fakta menarik ini.


1. Pulau yang ada di gambar uang Rp1,000
Dengan pemandangannya yang indah, Pulau Maitara telah menjadi simbol pada uang kertas seribu lama. Jernihnya lautan biru terlihat sejauh mata memandang jika berwisata ke sini. Pelayaran Portugis ratusan tahun lalu menjadi asal muasal nama Maitara sendiri. Kabarnya mereka berseru "Maihara" begitu melihat keindahan pulau ini untuk pertama kalinya. Dalam bahasa Portugis, ini berarti keindahan alam tak tertandingi yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Baik Kesultanan Tidore maupun Kesultanan Ternate dipisahkan oleh Pulau Maitara. Tepatnya di seberang Pulau Ternate dan di sebelah utara Pulau Maitara, di pulau ini terdapat sebuah desa wisata yang dikenal dengan nama Akebay. Ini adalah tempat yang sempurna untuk menikmati pemandangan matahari terbenam yang menakjubkan dengan latar belakang Ternate.
2. Pegunungan yang eksotik
Gunung Kie Matubu, disebut juga Gunung Tidore, merupakan keistimewaan lain dari Tidore. Berdiri 1.730 meter di atas permukaan laut (mdpl), puncaknya tinggi. Panorama luas Pulau Ternate, Gunung Gamalama, dan pulau-pulau di sekitarnya seperti Pulau Maitara, Pulau Hiri, Pulau Halmahera, Pulau Mare, Pulau Moti, dan Pulau Makian terlihat dari puncak Gunung Tidore. Jalur Gurabunga merupakan salah satu dari berbagai cara yang bisa Anda tempuh untuk mencapai puncak ini. Mencapai puncak seringkali memakan waktu enam hingga tujuh jam.
3. Wisata Sejarah
Sekitar sembilan ratus tahun yang lalu, Tidore merupakan tujuan populer bagi para pedagang Eropa yang ingin membeli rempah-rempah, khususnya pala dan cengkeh. Wilayah Tidore masih mempunyai sisa-sisa pemukiman orang Eropa, khususnya benteng-benteng Spanyol dan Portugis, seperti Benteng Tore dan Tahula. Ini adalah area yang curam untuk sampai ke sana, membutuhkan banyak tangga untuk menaikinya. Laut yang memisahkan Pulau Tidore, Pulau Halmahera, dan Kota Soasio juga terlihat dari benteng ini.
4. Wisata Kuliner Tidore

Tidore terkenal kaya akan rempah-rempah premium. Jadi, masakan khas Tidore memang tidak diragukan lagi beraroma. Ada beberapa dengan popeda. Ya, sagu yang direbus dan diolah digunakan untuk membuat popeda atau papeda. Rasanya tidak menarik, teksturnya kenyal dan lengket. Oleh karena itu, papeda wajib disantap dengan kuah sayuran, dan ikan dengan kuah kuning menjadi lauk paling populer.
Selain itu, ada juga sop ikan soru yang dibuat dari ikan yang dipanggang dan diasap terlebih dahulu. Hidangan umum lainnya di daerah ini adalah kusi gohu. Bunga pisang mentah dipadukan dengan bawang merah, cabai, kenari giling, dan berbagai suwiran ikan untuk membuat resep ini.
5. Oleh - oleh khas Tidore
Meski begitu, Tidore adalah surganya rempah-rempah, jadi Anda juga harus membeli makanan lezat sebagai kenang-kenangan. Mirip dengan kopi dabe, isinya antara lain daun pandan, pala, cengkeh, kayu manis, dan jahe selain kopi. Jika Anda menyukai kue, Tidore juga menjual kue asidah yang dipanggang dengan tepung terigu dan bumbu seperti pandan, kayu manis, dan cengkeh.
Kalau mau ke Tidore , bagaimana caranya ?
Anda memiliki dua pilihan jika bepergian dari Jakarta ke Tidore: Bandara Soekarno-Hatta atau Bandara Halim Perdanakusuma. Kisaran harga awal tiket adalah Rp 2.000.000–Rp 3.000.000. Meski demikian, Anda harus transit di Ternate atau mendarat di Bandara Babullah, Pulau Ternate, karena tidak ada penerbangan langsung ke Tidore. Anda kemudian dapat melanjutkan dengan berjalan kaki sekitar sepuluh menit menuju Pelabuhan Bastiong. Dengan kapal feri atau speedboat, Anda bisa menuju Pulau Tidore dari pelabuhan ini.Dengan waktu penyeberangan 30 menit, tarif kapal feri cukup murah, hanya Rp 5.000 untuk orang dan Rp 60.000 untuk mobil. Speed boat memakan waktu sekitar 5 menit perjalanan, dan tiket penumpangnya Rp 8.000. Jika ingin menyewa perahu, biayanya Rp 70.000 per perahu.
Informasi yang menarik. Terima kasih atas penjelasannya
ReplyDeletebagus
ReplyDeletekeren
ReplyDeletekeren 👍
ReplyDeletemantapp
ReplyDeletewow! jadi tertarik datang kesini
ReplyDeletejadi pengen kesini lagii abis baca artikelnyaa
ReplyDeletepulau yang sangat indah, se-indah orang kedua di tanda pesawat kamu 😙🤭🤭
ReplyDeletewaduh kuliner nya menarik bgt
ReplyDeletePulau Turu mantap
ReplyDeleteTempat wisatanya keren
ReplyDeletewah keren
ReplyDelete