Menikmati Keindahan Desa di Atas Awan: Petualangan ke Wae Rebo, Surga Tersembunyi di NTT

 Menikmati Keindahan Desa di Atas Awan: Petualangan ke Wae Rebo, Surga Tersembunyi di NTT 

Axel Surya Darsono - Wonderful Exploration
Sabtu, 7 September 2024 

Kupang - Desa Wae Rebo terletak di Kecamatan Satar Nusa Tenggara Timur (NTT). Desa Wae Rebo adalah pesta visual dengan banyak individualitas dan keindahan alam yang menakjubkan. Ketinggian Desa Wae Rebo adalah 1.200 meter di atas permukaan laut. Fakta bahwa Desa Wae Rebo juga dikenal sebagai “Desa Di Atas Awan” bukanlah suatu hal yang mengherankan. Terletak di dekat desa Wae Rebo, kawasan ini dikelilingi oleh awan berkabut dan pegunungan yang ditutupi hutan. Berkunjung ke Desa Wae Rebo akan memberikan Anda pengalaman menarik dan berkesan.

Anda boleh tinggal di rumah penduduk dengan fasilitas memadai dan disuguhi masakan khas Desa Wae Rebo jika ingin merasakan hidup sebagai anggota masyarakat. Pada tahun 2012, Desa Wae Rebo dianugerahi Penghargaan Tertinggi UNESCO atas Keunggulan dalam UNESCO Asia Pacific Heritage Awards yang diselenggarakan di Bangkok.

Desa Wae Rebo menjadi destinasi wisata yang wajib dikunjungi karena memiliki berbagai ciri khas, pemandangan menakjubkan, dan prestasi. Yuk simak informasi Desa Wae Rebo berikut ini yang dihimpun dari sejumlah sumber.

LOKASI DESA WAE REBO

Desa Wae Rebo berlokasi di Satar Lenda, Kecamatan Satarmese Barat., Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Rute Menuju Desa Wae Rebo

Perjalanan menuju Desa Wae Rebo cukup sulit karena pengunjung harus menyewa mobil atau sepeda motor untuk menempuh jarak enam kilometer (km) dari Desa Dintor menuju Desa Denge. Setelah itu, naiklah sekitar tiga jam lagi dari Desa Denge. Setelahnya, Anda akan melintasi beberapa jurang dan melewati lokasi terpencil dengan pemandangan sungai dan hutan. Keindahan alam, udara yang tenang, dan pemandangan pegunungan yang menghijau di Desa Wae Rebo menjadikan perjalanan panjang ini tidak sia-sia.

Tips Menuju DesaWae Rebo

Berikut beberapa saran dan nasehat untuk berkunjung ke Desa Wae Rebo.

  1. Kemas makanan ringan atau makanan jika Anda tidak menyukai apa yang disediakan.
  2. Saat mendaki, bawalah satu liter atau sebotol besar air mineral; namun, Anda akan menemukan mata air yang dapat diminum di sepanjang rute.
  3. Berkemas untuk hujan karena sering turun hujan saat pendakian.
  4. Membawa obat resep sendiri.
  5. Desa Wae Rebo sangat dingin; membawa jaket tebal.
  6. Saat mendaki disarankan memakai sepatu gunung atau sandal.
  7. Anda dipersilakan membawa makanan ringan atau mainan untuk dibagikan atau digunakan untuk bermain dengan anak-anak desa.
TARIF MASUK DESA WAE REBO

Saat merencanakan kunjungan ke Desa Wae Rebo, perhatikan tarif berikut ini:

  1. Biaya masuknya Rp 225 ribu tiap orang. Sarapan, makan siang, dan makan malam disediakan, bersama dengan minuman selamat datang seperti kopi atau teh.
  2. Biaya tiket masuk ditambah menginap semalam Rp 325.000 per orang. Sarapan, makan siang, dan makan malam disediakan, bersama dengan minuman selamat datang seperti kopi atau teh. Selimut dan kasur lipat juga diberikan kepada pengunjung.
  3. Biaya pemandu wisata Rp 250 ribu per orang.
  4. Sepeda motor bisa disewa dengan harga sekitar Rp 75.000 per hari.
  5. Biaya sewa mobil antara Rp 800.000 hingga Rp 1 juta per hari.

DAYA TARIK WAE REBO

1. Asal usul masyarakat Wae Rebo

Salah satu daya tarik Desa Wae Rebo adalah asal muasalnya, karena nenek moyang warganya berasal dari suku Minangkabau. Ada cerita tentang Empo Maro, seorang lelaki Minangkabau yang melakukan perjalanan dengan perahu dari Pulau Sumatera menuju Labuan Bajo sebelum memutuskan untuk tetap tinggal dan menetap di Desa Adat Wae Rebo. Tentu saja hal ini cukup khas dan menarik minat wisatawan yang ingin mengenal lebih jauh masyarakat yang tinggal di Desa Wae Rebo.

2. Bentuk Rumah Adat yang unik

Terdapat tujuh rumah adat di Desa Wae Rebo. Rumah adat mempunyai lima lantai. Ciri khas arsitektur tradisional Desa Wae Rebo adalah bentuknya yang menyerupai lumbung berbentuk kerucut, yang di atasnya terdapat atap beralaskan daun lontar yang terbuat dari ijuk. “Mbaru Niang” adalah nama rumah adat Desa Wae Rebo. Rumah adat ini dibangun dengan batu melingkar yang disebut "compang" sebagai titik fokusnya. Sebagai pusat kegiatan desa yang bertujuan untuk membina hubungan yang lebih baik dengan alam, Compang merupakan komponen penting Desa Wae Rebo. dewa dan juga nenek moyang. Tentu saja, sejarah dan arsitektur rumah tradisional Desa Wae Rebo menjadikannya pemandangan yang menarik untuk dilihat dan dijadikan kesempatan berfoto yang indah.

3. Pemandangan alam yang indah dan mempesona

Kelimpahan keindahan alam Desa Wae Rebo memang tidak dapat dipungkiri lagi. Desa ini dikelilingi oleh halaman rumput luas yang menyuguhkan pemandangan pegunungan berkabut yang dibalut dedaunan hijau. Pemandangannya sangat menakjubkan. Tentu saja, ada banyak sekali kesempatan berfoto selain pemandangan Desa Wae Rebo yang menakjubkan.


Comments

  1. Informasi jelas,

    ReplyDelete
  2. Auto list buat healing haha

    ReplyDelete
  3. Terimakasih info jelas dan menarik

    ReplyDelete
  4. keren, kapan-kapan harus kesini

    ReplyDelete
  5. gilaaaaaa, keren

    ReplyDelete
  6. jadi pengen pergi nih gw 😁

    ReplyDelete
  7. bner” bgus pemandangan nya ya

    ReplyDelete
  8. Awan KINTON MANTAP

    ReplyDelete

Post a Comment

Our Best!

Pura Terbesar di Bali Yang Wajib Dikunjungi Wisatawan